Thursday, November 5, 2009

Teguh Sukaryo - Brahms, Mompou & Mussorgsky CD


Teguh Sukaryo's debut CD, Brahms, Mompou & Mussorgsky - In Stores Now!

Contents:
Johannes Brahms (1833-1897)
Variations and Fugue on a Theme by Handel, Op. 24 (1861)

Federico Mompou (1893-1987)
Paisajes (1942-1960)

Modest Mussorgsky (1839-1881)
Pictures at an Exhibition (1874)


BIOGRAPHY OF
TEGUH SUKARYO, PIANIST


It is the persistent love for music, combined with artistic passion, taste honesty and humility, that has brought Teguh Sukaryo to the USA, Europe and Australia to perform. Mission is to touch every heart in a gentle, caring way, as he continues to dream: “a world of harmony, abundant in peace, love and joy”. While working towards fulfilling this mission through music, critics continue to give favorable testimony:

“Master pianist. Teguh Sukaryo gave phenomenal recital. He showed fabulous technique and sensibility, with temperament and visible passion.” Airplay Radio en IJssellandTV, Netherlands

”Personality and Wonderful imagination” Byron Janis, legendary pianist

“Now captivating..now hypnotizing” Kompas, Indonesia

"An Enchanting piano playing which travels through time and space...striking and very memorable" Arts Indonesia

Teguh Sukaryo has studied with Jon Kimura Parker, Peter Takacs, Michael Gurt, and Carmel Lutton, and has been coached by Byron Janis and Einar-Steen Nokleberg. His conducting teachers included Paul Polivnick, Anton Krager, and Frank Wickes. A dedicated teacher himself, Sukaryo was a Joseph and Ida Kirkland Mullen Fellow and served as a faculty member at Rice University Preparatory Program.

Teguh Sukaryo graduated with a BMus degree in Piano Performance from Newcastle Conservatorium of Music, NSW, Australia, in 1998 where he always received the coveted High Distinction for his recitals. In 2005, Sukaryo won the Beethoven Prize in the Grieg International Competition for Pianists, held in Oslo, Norway. Sukaryo received full scholarships and awards to further study in USA at such prestigious schools as Oberlin Conservatory, where he graduated with the Artist Diploma (2001); Rice University/Shepherd School of Music, Master of Music (2003); and Louisiana State University, where he studied for his Doctorate course (2003-2004).

His debut cd entitled "Teguh Sukaryo - Brahms, Mompou and Mussorgsky" has just been released. It is now available at cd stores throghout Indonesia (soon will be available worldwide via online stores such as Amazon, itunes, Napster and Rhapsody)

Teguh was born and grew up in Purwokerto, Central Java. He loves Indonesia - the culture and the people. He also loves nature and arts, and enjoys making friends from all walks of life. His coming cd's will include "Asia" (featuring classical music of asian influence/origin), "Teguh Sukaryo plays Mompou", and a couple of cds for educational purposes.

(Source: kaskus.us)

-----------------------

Available in Audio-CD (Compact Disc) Format

Price in Indonesia: Rp 80.000,- (Jakarta area, not including shipping fee)

Price Overseas: US$ 10 (not including shipping fee)

To know more about Teguh Sukaryo, just visit:

Biography of Teguh Sukaryo – Click here to read

Facebook: http://www.facebook.com/teguh.sukaryo

Twitter: http://www.twitter.com/teguh_sukaryo @teguh_sukaryo

To see Teguh Sukaryo's performances, visit this YouTube channel:
http://www.youtube.com/user/tdspiano

Sample Playlist:

  1. The Jumping Fingers – Click Here

To buy the CD, please contact:

Teguh Sukaryo’s Facebook: http://www.facebook.com/teguh.sukaryo

VadisMart CyberMall

E-Mail: andrychang-at-gmail-dot-com

Phone Number: 0816-4827618

Buy On-Line in: http://vadis.multiply.com

And the official outlet in:

FORTEMUSIC
Taman Ratu Indah
Blok BB1 No 1
Jakarta Barat 11510

Tlp: +62-21 5695 8229
Hp: +62 811 96 65 35, +62-21 9951 8870
Email: sales@fortemusiconline.com

Tuesday, November 3, 2009

Cara Terapi Air Yang Benar

CARA TERAPI AIR YANG BENAR
MUJARAB & TANPA EFEK SAMPING..............

Terapi air bila tahu cara yang benar sangat mujarab hasilnya, bisa sembuhkan penyakit dari yang ringan sampai yang parah sekalipun.

Namun tak banyak yang tahu cara melakukan Terapi Air yang benar.

Umumnya mereka hanyaminum air begitu saja sebanyak-2nya.

Nah bila Anda ingin mengatahui cara melakukan
TERAPI AIR yang benar silahkan lihat baca betul-2
petunjuknya di : http://www.infoterapi.tk

Tuesday, October 6, 2009

Hati-hati Dengan Teman Online!

WAJIB DIBACA SEMUA ORANG TERMASUK YANG PUNYA ANAK-ANAK !

Setelah melemparkan buku-bukunya di sofa, dia mengambil camilan dan mulai
online. Dia log-on dengan nama ByAngel213. Dia memeriksa daftar sambungan
yang masuk, ada yang bernama GoTo123 juga sedang online. Dia mengirimkan
pesan :

ByAngel213:
Hi. Aku senang kamu online! Aku pikir ada seseorang yang mengikutiku pulang
dari sekolah hari ini. Itu mengerikan!

GoTo123:
LOL (Laugh Out Loud = Ketawa Ngakak). Kamu kebanyakan nonton TV. Kenapa
orang mengikuti kamu? Bukankah kamu tinggal di perumahan yang aman?

ByAngel213:
Tentu saja. LOL (Ketawa Ngakak). Aku rasa itu hanya pikiranku saja, karena
aku tidak lihat seorang pun.

GoTo123:
Kecu ali kamu menuliskan namamu saat online. Kamu tidak lakukan itu khan?

ByAngel213:
Tentu saja tidak. Aku tidak sebodoh itu, tahu.

GoTo123:
Apa kamu bermain softball sehabis sekolah hari ini?

ByAngel213:
Ya, dan teamku menang !!

GoTo123:
Itu hebat! Team siapa yang kamu mainkan?

ByAngel213:
Kita mainkan team Hornets.. LOL (Ketawa Ngakak). Seragamnya keren banget!
Mereka seperti lebah. LOL

GoTo123:
Apa nama teammu?

ByAngel213:
Canton Cats (Kucing2 Canton ). Ada gambar cakar harimau di seragam kita.
Pokoknya keren.

GoTo1 23:
Kamu pelempar bola?

ByAngel213:
Tidak, aku jaga di base kedua. Aku harus pergi. Ada PR yang harus kukerjakan
sebelum orang tuaku pulang. Dah!

GoTo123:
Sampai ketemu lagi. Dah

Sementara itu, GoTo123 mulai melacak menu "keanggotaan" dan mulai mencari
profil sebenarnya dari ByAngel213. Ketika ditemukan, dia langsung menandai
dan mencetaknya. Dia mengambil pena dan mulai menuliskan apa yang telah
diketahuinya tentang ByAngel213.

Namanya: Shannon (perempuan)
Lahir: 3 Januari 1985
Umur: 13 tahun
Tempat tinggal: Carolina Utara

Hobi: softball, koor, skating dan pergi ke mall.

Selain informasi ini, dia tahu Shannon tinggal di Canton karena baru saja
memberitahu. Dia tahu Shannon sendirian di rumah sampai jam 06:30 sore
sampai kedua orang tuanya pulang kerja.. Dia tahu Shannon bermain softball
tiap hari Kamis sore dalam team sekolah yang bernama Canton Cats. Nomer
favoritnya 7, seperti yang tercetak di kaosnya. Dia tahu Shannon kelas
delapan (satu SMP) di SMP Canton . Semua informasi itu dia peroleh dari
Shannon waktu mereka online. Dia sekarang sudah memperoleh informasi yang
cukup untuk bisa menemukan Shannon .

* * * * *

Shannon tidak bercerita pada orang tuanya mengenai kejadian dalam perjalanan
pulang dari lapangan taman kemarin. Dia tidak ingin orang tuanya ribut dan
melarang dia jalan kaki saat pulang dari bermain softball. Orang tuanya
selalu berlebihan dan berpikir yang buruk. Itu membuatnya berharap
seandainya dia bukan anak tunggal. Mungkin jika dia punya saudara laki-laki
atau perempuan, orang tuanya tidak menjadi over protektif lagi.

Pada hari Kamis, Shannon sudah lupa dengan langkah kaki yang mengikutinya. .


Permainan softballnya sangat asyik, sampai tiba-tiba dia merasa ada
seseorang yag memperhatikannya. Saat itu ingatannya muncul kemb ali . Dia
melirik dari posisinya berdiri di base kedua, ada seorang laki-laki sedang
mengamatinya dengan seksama.

Laki-laki itu bersandar di pagar di belakang base pertama dan dia tersenyum
saat melihatnya. Dia tidak terlihat menakutkan dan Shannon langsung membuang
perasaan ketakutan yang dirasakan.

Setelah permainan selesai, Shannon duduk di bangku sambil berbicara dengan
pelatih. Dia memperhatikan laki-laki itu tersenyum lagi saat dia
melewatinya. Dia mengangguk dan Shannon membalas tersenyum. Laki-laki itu
melihat nama Shannon tercetak di belakang kaosnya seragamnya. Dia tahu sudah
menemukan semua identitas Shannon .

Diam-diam, dia berjalan menjauh dalam jarak yang aman. Rumah Shannon hanya
beberapa blok dari lapangan itu, dan begitu dia melihat tempat tinggalnya,
laki-laki itu segera kemb ali ke tempat parkir dan mengambil mobilnya.

Sekarang dia menunggu. Dia memutuskan untuk makan sedikit sebelum pergi ke
rumah Shannon . Dia mengendarai mobil ke sebuah restoran cepat saji dan
duduk di sana menunggu waktu untuk bergerak.

* * * * *

Shannon sedang berada di kamarnya saat dia mendengar suara panggilan dari
ruang tamu.

" Shannon , cepat kemari," panggil ayahnya. Suaranya kedengaran marah tapi
dia tidak tahu mengapa. Dia berjalan menuju ruang tamu dan melihat laki-laki
yang yang ditemui di taman sedang duduk di sofa.

"Duduk," ayahnya memulai pembicaraan, "Bapak ini baru saja bercerita banyak
hal yang menarik tentang kamu."

Shannon terhenyak ke belakang. Bagaimana mungkin laki-laki itu bisa
bercerita segala macam pada orang tuanya? Dia tidak pernah bertemu dengannya
sebelum hari ini !

"Kamu tahu saya siapa, Shannon ?" laki-laki itu bertanya.

"Tidak," jawab Shannon

"Saya adalah perwira polisi dan teman online-mu, GoTo123."

Shannon terkejut luar biasa, "Itu tidak mungkin! GoTo123 adalah anak
seumuranku. Umurnya 14 tahun. Dan dia tinggal di Michigan !"

Laki-laki itu tersenyum, "Saya memang sudah menceritakan semuanya, tapi itu
tidak benar. Kamu lihat Shannon , ada orang-orang di online yang
berpura-pura menjadi seorang anak; dan saya salah satunya. Tapi saat yang
lain melakukan itu untuk menyakiti dan berbuat jahat pada anak-anak, saya
termasuk kelompok dari orang tua yang melakukannya untuk melindungi
anak-anak dari orang jahat. Saya datang kemari untuk bertemu denganmu dan
mengajarimu bahayanya berkomunikasi dengan orang yang tidak kamu kenal
secara online. Kamu telah menceritakan semua hal yang cukup untuk saya pakai
untuk menemukan kamu. Kamu menyebutkan nama sekolahmu, nama team softballmu
dan posisi dimana kamu bermain. Bahkan kamu menyebutkan nomer kaos seragammu
yang membuat saya menemukanmu dengan mudah."

Sekali lagi Shannon tertegun, "Bukankan anda tinggal di Michigan ?"

Laki-laki itu tertawa. "Tidak, saya tinggal di Releigh, dekat sini. Itu saya
buat supaya kamu merasa aman karena berpikir bahwa saya tinggal di tempat
yang jauh, bukan?"

Shannon mengangguk.

"Saya punya seorang teman yang memiliki anak perempuan seperti kamu.. Hanya
dia tidak beruntung. Laki-laki yang menemukannya membunuhnya saat dia
sendirian di rumah. Anak-anak diajarkan untuk tidak mengatakan pada siapa
pun bahwa mereka sedang sendirian di rumah, dimana sepanjang waktu itu
mereka gunakan untuk online. Orang jahat akan menjebak k ali an untuk
memberikan informasi sedikit tentang ini dan tentang itu saat online.
Sebelum kamu mengetahuinya, kamu telah mengatakan banyak hal sehingga mereka
mudah menemukanmu bahkan sebelum kamu menyadari telah melakukannya. Saya
harap kamu belajar dari kejadian ini dan tidak mengulanginya lagi. Beritahu
teman-temanmu juga supaya mereka bisa aman."

"Saya berjanji!"

Malam itu Shannon, ayah dan ibunya mengucapkan terima kasih pada Tuhan
karena sudah melindungi Shannon dari kejadian yang bisa menjadi peristiwa
tragis.

My Blog List

Popular Posts